Rabu, 13 Januari 2016

Psikologi Manajemen : Kepemimpinan dalam Manajemen

Diposting oleh Gea Yassenia di 00.50 0 komentar
KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN
  

Disusun Oleh
Kelompok 3:
Ainul Mardzia R (10513490)
Amalia Domas P S (10513755)
Gea Yassenia H (13513665)
Irfan Azhar (14513473)
Shelly (18513435)
Tendy Aditya N (18513845)
Joshua Rulianto (19513515)

UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2015








BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang

        Perubahan lingkungan organisasi yang semakin kompleks dan kompetitif, menuntut setiap organisasi untuk bersikap lebih agar mampu bertahan dan terus berkembang. Untuk mendukung perubahan organisasi maka diperlukan adanya perubahan individu yang tentulah tidak mudah. Pemimpin adalah sebagai panutan dalam organisasi, sehingga perubahan organisasi harus dimulai dari tingkat yang paling atas. Maka dari itu pemimpin membutuhkan pemimpin yang mampu menjadi motivator yang mendorong perubahan organisasi.
        Seperti  yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwa kepemimpinan dimulai dari hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, seseorang tidak akan menjadi pemimpin.
        Untuk lebih jelasnya dapat didefinisikan bahwa pemimpin adalah seorang yang mendapatkan amanah serta memiliki sifat, sikap dan gaya yang baik untuk mengatur dan mengurus orang lain. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompoknya.
        Teori kepemimpinan yang menjadi dasar megapa seseorang diangkat menjadi seorang pemimpin antara lain yaitu pertama karena sifatnya yang identik dengan karakteristik khas seperti fisik, intelegensi, kepribadian dan karakter fisik. Kedua, karena kepribadian pelaku. Dan ketiga, karna situasi. Pemimpin memahami betul sifat bawahannya. Ada beberapa gaya kepemimpinan :

          1.    Otokratis
Menggunakan metode pendekatan kekuasaan daam mencapai keputusan dan pengembangan strukrur.
            2.    Demokrasi
Cenderung bermoral tinggi dan berkerjasama, mengutamakan mutu kerja dan mengarahkan diri sendiri.
3.    Kendali bebas
Pemimipin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur organisasi      bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif.

2. RUMUSAN MASALAH
a.    Bagaimana menjadi pemimpin ?
b.    Bagaimanakah proses kepemimpinan itu ?
c.    Apa saja yang harus di perhatikan dalam ruang lingkup kepemimpinan ?
d.    Bagaimana konsep dasar kepemimpinan ?
e.    Apa saja gaya kepemimpinan ?
f.     Hakekat pemimpin dalam mengambil keputusan
g.    Peran kepemimpinan terhadap lingkungan ?

3. TUJUAN
a.     Untuk mengetahui peran kepemimpinan
b.     Untuk mengetahui hakekat kepemimpinan dalam mengambil keputusan
c.      Membahas tentang seorang pemimpin yang sesuai dengan karakternya
d.      Pengaruh pemimpin terhadap lingkungan
e.      Untuk mengetahui konsep dasar kepemimpinan





BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen
     Sebelum membahas tentang manajemen kepemimpinan, telebih dahulu saya akan memaparkan tentang pengertian manajemen dan fungsi manajemen itu sendiri. Manajemen adalah suatu kegiatan yang memiliki target dan tujuan dengan menggunakan perencanaan, pengarahan serta perorganisasian dalam mencapai tujuan tersebut. Kata manajemen berasal dari bahasa prancis kuno management , yang memiliki arti ‘seni melaksanakand  mengatur.manajemen belum memeliki arti yang diterima secara universal. Menurut para ahli pengertian manajemen adalah sebagai berikut ;
1.      Mary Parker Foller
Manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui cara orang lain artinya manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mecapai tujuan organisasi.
2.      Ricky W. Griffin
Sebuah proses perencanaan, perorganisasian, pengkoordinasian dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien.
3.      Prof. Eji Ogawa
Perencanaan, pengimplementasian dan pengendalian kegiatan-kegiatan termasuk sistem pembuatan barang yang dilakukan oleh  organisasi usaha dengan terlebih dahulu telah menetapkan sarana-sarana untuk kerja yang dapat disempurnakan sesuai dengan kondisi lingkungan yang berubah.

B. Fungsi Manajemen
1.      Perencanaan
Proses yang menyangkut upaya yang mengembangkan aktivitas kerja organisasi untuk mengantisipasi kecenderungan dimasa yang akan datang dan penentuan strategi yang tepat guna tercapainya tujuan organisasi.
2.      Pengorganisasian
Proses yang menyangkut bagaimana strategi yang telah dirumuskan dalam perencanaan dan dibuat dalam sebuah struktur organisasi yan tepat dan tanggu, system dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.
3.      Pengarahan
Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh semua pihak dalam organisasi seta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalakan tanggung jawabnya dengan penuh produktifitas yang tinggi.
4.      Pengendalian dan pengawasan
Proses yang dilakukan untuk memastikan semua aktivitas organisasi berjalan sesuai  tujuan dan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi didalam lingkungan yang dihadapi.

C. Landasan Teori Kepemimpinan
Menurut sejarah, masa ‘Kepemimpinan’ muncul pada abad ke-18. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan. Kepemimpinan berarti juga kemampuan dan keterampilan seseotang yang menduduki jabatan sebagai pemimpin satuan kerja untuk mempengaruhi orang lain, terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif  ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.
Beberapa pengertian kepemimpinan menurut para ahli :
·      Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961,24).
·      Kepemimpinan adalah sikap pribadi yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel and Coons 1957,7)
·      Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauchdan Behling 1984, 46)
·      Kepemimpinan adalah kemampuan seni untuk membuat sebuah kelompok atau orang mengikuti dan menataati salah satu keinginannya.
·      Kepemimpinan adalah suatu proses  yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs dan Jaques 1990,281)

Menurut James. AF Stoner, tugas utama seorang pemimpin adalah :
·  Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja, dengan orang lain, salah satu dengan atasannya,  staff atau atasan lain dalam organisasi sebaik diluar organisasi.
·  Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk menyusun tugas, menjalankan tugas, menjadikan evaluasi untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung jawab atas kesuksesan staffnya tanpa kegagalan.
·  Seorang pemimpin harus bisa menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Pemimpin harus bisa mengatur waktu dan menyelesaikan masalah secara efektif.
·  Seorang pemimin harus berfikir analitis dan konseptual agar dapat mengidetifikasi masalah dengan akurat.
·  Seorang pemimpin harus menjaadi mediator (penengah).
·  Seorang pemimpin harus mampu mengaajak dan melakukan kompromiSeorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994: 33)
Pemimpin dalam pengertian ialah seseorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan ekseptansi/penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.


Menurut Henry Mintzberg, Peran pemimpin adalah :
1.   Peran hubungan antar perorangan, fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, paltih, direktur, mentor konsultasi.
2.    Fungsi peran informal sebagai mentor, penyebar informasi dan juru bicara.
3.   Peran pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi dan negosiator.

D. Pandangan Kepemimpinan
Beberapa pandangan seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya :
1.  Seorang yang belajar seumur hidup tidak hanya pada pendidikan formal tapi juga belajar pada dunia luar, melalui membaca, mendengarkan, observasi maupun dari pengalaman pribadi baik yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.
2.  Seorang pemimpin tidak hanya dilayani tetapi juga melayani. Pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.
3.  Seorang pemimpin mampu memberi energi positif karena setiap orang punya energi dan semangat. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dengan keadaan yang tidak di tentukan. Oleh karna itu seorang pemimpin harus menunjukan energi yang positif.
4. Seorang pemimpin harus mampu mempercayai bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik.
5. Keseimbangan dalam kehidupan seorang pemimpin harus dapat menyeimbangkan tugasnya. Berpegang kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri .
6.  Melihat kehidupan sebagai tantangan yang berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya.
7.  Seorang pemimpin harus bersinergis dengan atasan, bawahan, teman kerjanya. Seorang pemimpin mampu mengatasi kelemahan diri yang mereka miliki, agar  orang lain tidak mengetahui bahwa dirinya lemah.
8.  Latihan mengembangkan diri sendiri. Seorang pemimpin harus dapet memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang semakin hari semakin meningkat kepada puncak dalam pengembangan diri

E. Teori Kepemimpinan.
Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :
1. Teori Kepemimpinan Sifat
Kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal “The Greatma Theory”. Dalam perkembangannya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat-sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat-sifat itu antara lain: sifat fisik, mental dan kepribadian.
4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain:
a)   Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi diatas kecerdasan rata-rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
b)   Kedewasaan dan keluasan hubungan sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
c)    Motivasi diri dan dorongan berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien. 
d)   Sikap hubungan kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya.
2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kearah 2 hal, yaitu:
Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.
3. Teori kewibawaan pemimpin
Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.
4. Teori kepemimpinan situasi
Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
5. Teori kelompok
Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.

F. TUJUAN KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan mempunyai penekanan yang sama yaitu arah dan tujuan bagi organisasi. Kepemimpinan lebih banyak berfokus menciptakan visi ke depan bagi organisasi dan mengembangkan strategi jauh ke depan tentang perubahan-perubahan yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi tersebut bagi organisasi. Kepemimpinan lebih banyak memandang pada horizon yang luas (keeping eye on the horizon) dan menekankan hasil-hasil jangka panjang (long term result).
Tujuan kepemimpinan meliputi tujuan organisasi, tujuan kelompok, tujuan pribadi
anggota kelompok, dan tujuan pribadi pemimpin :

1. Tujuan organisasi 
Dimaksudkan untuk memajukan organisasi yang bersangkutan dan menghindari diri dari maksud-maksud yang irasional organisasi yang ada.
2. Tujuan kelompok 
Dimaksudkan untuk menanamkan tujuan kelompok pada masing-masing anggota sehingga tujuan kelompok dapat segera tercapai.
3. Tujuan pribadi anggota kelompok 
Maksudnya untuk memberi pengajaran, pelatihan, penyuluhan, konsultasi bagi tiap anggota kelompok sehingga anggota kelompok dapat mengembangkan pribadinya.
4. Tujuan pribadi pemimpin 
Maksudnya untuk memberi kesempatan pada pimpinan berkembang dalam tugasnya, seperti mempengaruhi, memberi nasehat, dan sebagainya.

G. Tipe dan Gaya Kepemimpinan
Kartini Kartono menjelaskan bahwa tipe kepemimpinan terbagi atas:
1. Tipe Kharismatik
Tipe ini mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan pengikutnya  timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh dari kekuatan Yang Maha Kuasa.
2. Tipe Paternalistik
a. Menganggap bawahannya belum dewasa
b. bersikap terlalu melindungi
c. Jarang memberi kesempatan bawahan untuk mengambil keputusan
d. Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
3. Tipe Otoriter
Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Pemimipin organisasi sebagai miliknnya
b. Pemimpin bertindak sebagai dictator
c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.
4. Tipe Militeristik
Dalam tipe ini pemimpin mempunyai siafat sifat:
a. menuntut kedisiplinan yang keras dan kaku
b. lebih banyak menggunakan system perintah
c. menghendaki keputusan mutlak dari bawahan
d. Formalitas yang berlebih-lebihan
e. Tidak menerima saran dan kritik dari bawahan
f. Sifat komunikasi hanya sepihak
5. Tipe Demokrasi
Tipe demokrasi mengutamkan masalah kerja sama sehingga terdapat koordinasi pekerjaan dari semua bawahan. Kepemimpinan demokrasi menghadapi potensi sikap individu, mau mendengarkan saran dan kritik yang sifatnya membangun. Jadi pemimpin menitik beratkan pada aktifitas setiap anggota kelompok, sehingga semua unsure organisasi dilibatkan dalam akatifitas, yang dimulai penentuan tujuan,, pembuatan rencana keputusan, disiplin.

H. Peran Kepemimpinan
1.   Peranan Pemimpin dalam Perencanaan
Seorang pemimpin perlu membuat perencanaan yang menyeluruj bagi organisasi yang dijalani dan bagi dirinya sendiri selaku penanggung jawab untuk tercapainya tujuan organisasi tersebut.
Manfaat pemimpin dalam fungsi perencanaan adalah :
a. Perencanaan merupakan hasil pemikiran dalam pekerjaan untuk memutuskan apa yang akan di lakukan.
b. Perencanaan berari pemikiran jauh ke depan serta adanya keputusan-keputusan yang berdasarkan atas fakta yang diketahui.
c. perencanaan berarti penempatan diri ke situasi pekerjaan yang akan dilakukan dengan tujuan yang terapai.
Perencanaan meliputi dua hal yaitu perencanaan yang tertulis maupun tidak tertulis. Perencanaan yang tidak tertulis digunakan dalam waktu jangka pendek,pada keadaan yang darurat atau kegiatan yang terus menerus. Sedangkan perencanaan tertulis digunakan untuk mennetukan kegiatan-kegiatan yang akan dilalkukan dasar jaangka waktu yang cukup lama menggunakan prosedur-prosedur yang diperlukan.
Setiap perencanaan yang baik berisi maksud dan tujuan yang dapat dipahami dan cara atau prosedur untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Peranan Pemimpin dalam Memandang Ke Depan
            Seorang pemimpin yang sering dan senantiasa memandang kedepan berarti akan mampu membaw dan mendorong apa yang akan terjadi serta selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga. Hal ini dapat memberikan jaminan bahwa jalannya proses yang dituju akan berlangsung terus menerus yanpa hambatan dan penyimpangan yang merugikan. 
3. Peranan Pemimpin sebagai Pengawasan
Seorang pemimpin harus senantiasa meneliti kemampuan pelaksanaan rencana. Dengan adanya pengawasan maka hambatan-hambatandapat segera diatasi sehingga kegiatan kembali berlangsung seperti biasanya.
4. Peranan Pemimpin dalam Mengambil Keputusan
   Pengambilan keputusan merupakan fungsi kepemimpinan yang tidak mudah. Oleh karena itu banyak pemimpin yang ragu dan menunda dalam pengambilan keputusan. Metode pengambilan kepuusan dapat dilakukan secaa individu, kelompok, tim, komisi dan sebagainya. Untuk mengetahui baik tidaknya keputusan yang diambil bukan hanya dinilai dari konsekuensi yang ditimbulkannya, melainkan melalui berbagai pertimbangan dalam prosesnya. Kegiatan pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga:
1. Teori keputusan merupakan metodologi untuk menstrukturkan dan menganalisis situasi yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini keputusan lebih bersifat perspektif daripada deskriptif
2. Pengambilan keputusan adalah proses mental dimana seorang manajermemperoleh dan menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser jawaban untuk menemukan informasi yang relevan dan menganalisis data; manajer, secara individual dan dalam tim, mengatur dan mengawasi informasi terutama informasi bisnisnya
3. Pengambilan keputusan adalah proses memilih di antara alternatif-alternatif tindakan untuk mengatasi masalah.

Dalam pelaksanaannya, pengambilan keputusan dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu: proses dan gaya pengambilan keputusan.
Prosesnya dilakukan melalui beberapa tahapan seperti:
1.    Identifikasi masalah
2.    Mendefinisikan masalah
3.    Memformulasikan dan mengembangkan alternative
4.    Implementasi keputusan
5.    Evaluasi keputusan

I. Syarat dan Ciri-Ciri Kepemimpinan
Syarat-syarat Kepemimpinan
Ada tiga hal penting dalam konsepsi kepemimpinan antara lain:
1. Kekuasaan
Kekuasaaan adalah otorisasi dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu dalam rangka penyelesaian tugas tertentu.
2. Kewibawaan
Kewibawaan merupakan keunggulan, kelebihan, keutamaan sehingga pemimpin mampu mengatur orang lain dan patuh padanya.
3. Kemampuan
Kemampuan adalah sumber daya kekuatan, kesanggupan dan kecakapan secara teknis maupun social, yang melebihi dari anggota biasa.
Sementara itu Stodgill yang dikutip James A. Lee menyatakan pemimpin itu harus mempunyai kelebihan sebagai persyaratan, antara lain:
1. Kepastian, kecerdasan, kewaspadaan, kemampuan berbicara, kemampuan menilai.
2. Prestasi, gelar kesarjanaan, ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu.
3. Tangggung jawab, berani, tekun, mandiri, kreatif, ulet, percaya diri, agresif.
4. Partisipasi aktif, memiliki stabilitas tinmggi, kooperatif, mampu bergaul.
5. Status, kedudukan social ekonomi cukup tinggidan tenar.

Ciri-ciri Kepemimpinan Yang Baik
WA. Gerungan menjelaskan bahwa seorang pemimpin paling tidak harus memiliki tiga ciri, yaitu:
1. Penglihatan Sosial
Artinya suatu kemampuan untuk melihat dan mengerti gejala-gejala yang timbul dalam masyarakat sehari-hari.
2. Kecakapan Berfikir Abstrak
Dalam arti seorang pemimpin harus mempunyai otak yang cerdas, intelegensi yang tingggi. Jadi seorang pemimpin harus dapat menganalisa dan mumutuskan adanya gejala yang terjadi dalam kelompoknya, sehingga bermanfaat dalam tujuan organisasi.
3. Keseimbangan Emosi
Orang yang mudah naik darah, membuat ribut menandakan emosinya belum mantap dan tidak memililki keseimbangan emosi. Orang yang demikian tidak bisa jadi pemimpin sebab seorang pemimpin harus mampu membuat suasana tenang dan senang. Maka seorang pemimpin harus mempunyai keseimbangan emosi.
Ada beberapa Hal yang perlu diperhatikan agar kepemimpinan dapat berperan dengan baik, antara lain :
1.   Yang menjadi dasar utama dalam kepemimpinan bukan pengangkatan atau penunjukannya,melainkan penerimaan orang lain pada kepemimpinan yang bersangkutan
2.   Efektivitas kepemimpinan tercermin dari kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang
3.   Efektivitas kepemimpinan menuntut kemahiran untuk membaca situasi
4.   Perilaku seseorang tidak terbentuk begitu saja, melainkan melalui pertumbuhan dan perkembangan
5.   Kehidupan organisasi yang dinamis dan serasi dapat tercipta biila setiap anggota mau menyesuaikan cara berfikir dan bertindaknya untuk mencapai tujuan organisasi.







BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan

     Untuk Menerapkan manajemen dalam suatu organisasi diperlukan adanya kepemimpinan yang ciri-cirinya berbeda dengan kepemimpinan yang tidak untuk meraih mutu. Manajemen juga mengenal standar kinerja, tetapi bedanya standar ini bisa ditingkatkan. Untuk tumanajemen memerlukan kepemimpinan yang khusus agar organisasi berjalan dan berkelanjutan.
Kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, kemampuan mengarahkan tingkah laku bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki kepribadian, pengetahuan, spiritual, skill atau kemampuan, memiliki power atau dapat mempengaruhi orang lain, mau belajar, mendengar dan siap dikritik. Apabila ketujuh isi dari esensi atau hakikat kepemimpinan tersebut telah dimiliki oleh seorang pemimpin maka pemimpin tersebut akan arif dan bijaksana.

B. KRITIK DAN SARAN
            Hendaknya Pembaca jika menjadi seorang pemimpin yang berintegritas tinggi dan dapat mengambil keputusn yang tepat dan menerapka gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi dengan berbagai pertimbangan yang telah diperhitungkan secara matang.
            Mengingat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh saya, tentunya masih banyak kekurangan. Saya harap para pembaca memberkikan kritik dan saran  kepada saya demi sempurnanya makalah ini dan pembuatan makalah makalah berikutnya.


DAFTAR PUSTAKA

Mujiono, Imam. 2002. Kepemimpinan dan Keorganisasian. Yogyakarta: UII Press
Rivai, Veithzal, 2007. Kepemimpinan dan perilaku, Jakarta
Irfandi Rahman, teori kepemimpinan dalam manajemen.
http://www.tugasku4u.com/2013/06/ teorikepemimpinanmanajemen
Purwanto, yadi, 2001, makalah manjemen PT Cendekia Informatika, Jakarta

James K Van Fleer, 1973, 22 manajemen kepemimpinan, Jakarta Timur:Mitra Usaha

Kamis, 02 Juli 2015

Analisis Kasus Kesehatan Mental

Diposting oleh Gea Yassenia di 09.52 0 komentar


BAB I
PENDAHULUAN

1.1           Latar Belakang Masalah
        Berbagai macam game telah banyak bermunculan dikalangan gamers, dimulai dari anak-anak hingga remaja bahkan dewasa. Game berasal dari kata bahasa inggris yang memiliki arti dasar Permainan. Permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian “kelincahan intelektual” (intellectual playability). Game juga bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya. Kelincahan intelektual, pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal. Pada awalnya, game identik dengan permainan anak-anak.
Perkembangan teknologi di masa sekarang sangat berpengaruh terhadap perkembangan game, dimana perubahannya makin pesat, hingga membuat para gamers berlomba-lomba untuk memiliki dan memainkan game yang mereka sukai, serta game dapat dimainkan dengan menggunakan alat yang dapat digenggam oleh tangan dan alat yang digenggam dikenal dengan nama joystick. Isinya adalah beberapa tombol-tombol sebagai control untuk menunjukan arah maju, mundur, kiri dan kanan, dimana fungsinya adalah untuk berinteraksi. Game sebenarnya sangat berguna untuk menguji daya pikir manusia, sehingga manusia akan mulai berpikir jika sudah dihadapkan dengan sebuah masalah. Sehingga pada sebuah game, kita dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan kita dituntut untuk memecahkan masalah tersebut hingga kita dapat menyelesaikan atau bahkan kita dapat memenangkan permainan yang dimainkan.


Bermacam game dengan genre berbeda-beda pun tercipta, salah satunya game dengan genre horror. Slender Man merupakan antagonis utama dari Game Slender: Eight Pages. Slender adalah legenda urban yang populer, yang diyakini keberadaannya. Dia dikatakan makhluk hidup dengan karakteristik atau serba-nebula yang didefinisikan mempunyai berbagai kemampuan.
Tujuan dari permainan ini adalah pemain diberi suatu misi untuk menemukan delapan halaman (pages) yang melekat pada landmark yang tersebar di sekitar lingkungan yang berbatas pagar. Kontrol yang tersedia hanya untuk menghidupkan lampu senter dan mematikan, mengambil halaman, dan melangkah atau berlari. Akhir dari permainan bervariasi tergantung pada versi yang sedang dimainkan, namun dalam versi tersebut tidak ada pemain yang mampu mengalahkan Slender Man.
Agresivitas adalah segala bentuk perilaku yang disengaja terhadap makhluk lain dengan tujuan untuk melukainya dan pihak yang dilukai tersebut berusaha untuk menghindarinya. Dari definisi tersebut terdapat empat masalah penting dalam agresif. Pertama, agresif merupakan perilaku. Kedua, ada unsur kesengajaan. Ketiga, sasarannya adalah makhluk hidup, terutama manusia. Keempat, ada usaha menghindar pada diri korban. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis mencoba mengangkat kasus pembunuhan (agresivitas) yang dilakukan oleh remaja terhadap temannya sendiri, yang dikaji dengan menggunakan teori Agresi.






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Landasan Teori
1.      Agresivitas sebagai Akibat Belajar Sosial
Menurut Bandura dan Wilters dalam Koeswara, bahwa agresivitas dapat dipelajari melalui dua metode yaitu pembelajaran instrumental yaitu terjadi jika sesuatu perilaku diberi penguat atau diberi hadiah (reward), maka perilaku tersebut cenderung akan diulang pada waktu yang lain. Dan pembelajaran observasional yaitu terjadi jika seseorang belajar perilaku yang baru melalui observasi atau pengamatan kepada orang lain yang disebut model.
2.      Agresivitas sebagai Perilaku Bawaan
Menurut teori ini, agresivitas merupakan instink makhluk hidup. Teori ini terbagi dalam tiga kelompok, yaitu teori psikoanalisis, teori etologi, dan teori sosiobiologi.
Sigmund Freud, seorang tokoh psikoanalisis mengklasifikasikan instink individu ke dalam dua bagian, yaitu; instink kehidupan dan instink kematian. Instink kehidupan (life instinct atau disebut juga eros) mengandung energi konstruktif dan seksual, sedangkan instink kematian (death instinct atau disebut thanatos) mengandung energi destruktif.
Lorenz, sebagai tokoh etologi berpendapat bahwa agresivitas adalah instink berkelahi yang dimiliki oleh makhluk hidup yang ditujukan pada spesies yang sama. Perkelahian diantara anggota spesies tidaklah merupakan kejahatan, karena fungsinya untuk menyelamatkan kehidupan salah satu spesies terhadap gangguan atau ancaman dari spesies yang lain. Dengan demikian angresivitas yang merupakan perilaku naluriah memiliki nilai survival bagi organisme.
Dalam pandangan teori sosiobiologi, Barash menyatakan bahwa perilaku sosial, sama halnya dengan struktur fisik yang dipengaruhi oleh evolusi. Menurut teori ini, makhluk hidup dari berbagai spesies cenderung menunjukan pola-pola perilaku sosial tertentu demi kelangsungan hidupnya. Makhluk melakukan tindakan agresi karena fungsi tindakan tersebut sebagai usaha untuk penyesuaian dirinya.
3.      Agresivitas sebagai Ekspresi Frustasi
Agresivitas menurut kelompok ini tidak ada sangkut pautnya dengan masalah instink, tetapi ditentukan oleh kondisi-kondisi ekstenal (frustasi), sehingga kondisi tersebut akan menimbulkan motif yang kuat pada seseorang untuk bertindak agresi. Salah satu teori yang diajukan oleh kelompok ini adalah teori frustasi agresi, yang dipelopori oleh Dollard dan koleganya (1939). Menurut kelompok tersebut frustasi selalu menimbulkan agresi dan agresi semata-mata adalah hasil dari frustasi. Oleh karena itu bila frustasi menigkat, maka agresivitas menigkat pula. Intensitas frustasi bergantung pada beberapa faktor, antara lain seberapa besar kemauan seseorang mencapai tujuan, seberapa besar penghalang yang ditemui, dan seberapa banyak frustasi yang dialami.
Menurut Watson (1984) pada tahun 1941 Miller merevisi teorinya dengan menyatakan, bahwa frustasi menimbulkan sejumlah respon yang berbeda dan tidak selalu menimbulkan agresivitas. Jadi agresivitas hanyalah salah satu bentuk respon yang muncul.
4.      Agresivitas sebagai Hasil Kognitif
Dodge dan crick (1990) menyatakan bahwa ada hubungan yang kuat antara fungsi kognitif dan agresivitas yang dilakukan oleh seorang anak. Agresivitas terjadi akibat ketidakmampuan anak dalam memproses informasi sosial.
Cara mengetahui agresivitas pada individu terhadap suatu obyek tertentu, kita perlu tahu gejala-gejala atau aspek-aspek perilaku agresi yang dibagi menjadi 2 hal oleh Prawesti yaitu agresi fisik, yaitu agresi yang dilakukan dengan cara melukai atau menyakiti badan baik diri sendiri maupun orang lain seperti misalnya mencubit memukul, menendang dan sebagainya.
Bush dan Denny (1992) mengklasifikasikan agresivitas dalam empat aspek, yaitu agresi fisik, agresi verbal, kemarahan, dan permusuhan. Agresi fisik dan agresi verbal mewakili komponen motorik dalam agresivitas, sedangkan kemarahan dan permusuhan mewakili komponen afektif dan kognitifi dalam agresivitas.
Agresi fisik (Physical Agression) ialah bentuk perilaku agresif yang dilakukan dengan menyerang secara fisik dengan tujuan untuk melukai atau membahayakan seseorang. Perilaku agresif ini ditandai dengan terjadinya kontak fisik antara agresor dan korbannya.
Agresi verbal (Verbal Agression) ialah agresivitas dengan kata-kata. Agresi verbal dapat berupa umpatan, sindiran, fitnah, dan sarkasme.
Kemarahan (anger) ialah suatu bentuk indirect agression atau agresi tidak langsung berupa perasaan benci kepada orang lain maupun sesuatu hal atau karena seseorang tidak dapat mencapai tujuannya.
Permusuhan (Hostility), merupakan komponen kognitif dalam agresivitas yang terdiri atas perasaan ingin menyakiti dan ketidakadilan.





B.     Kasus
Dua orang remaja perempuan asal Wisconsin, Amerika, ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat aksi sadis membunuh seorang teman sekelasnya. Pasalnya, dua remaja yang berumur 12 tahun ini merasa ditakuti oleh karakter game horor `Slender Man` dan harus mengorbankan seorang temannya agar tidak dihantui oleh makhluk fiktif tersebut.
Mengutip informasi The Guardian, Senin (16/5/2015), hakim pengadilan Waukesha, Michael Bohren menghabiskan waktu sebulan untuk menyelidiki bukti yang ada di kasus tersebut. Ia pun tak akan ragu untuk membebankan hukuman orang dewasa ke dua remaja ini dengan dipenjara selama 65 tahun jika memang ditetapkan bersalah di kasus ini.
Description: Description: http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/828499/big/063250200_1426314988-newsweek.jpg
Foto tersangka pembunuhan.

Dua orang remaja perempuan ini mengajak seorang temannya ke sebuah hutan di pinggiran Milwaukee pada Mei 2014, dan menikamnya sebanyak 19 kali. Mereka melakukan itu lantaran untuk menyelamatkan diri mereka dan keluarga mereka dari ancaman Slender Man.
Untungnya, si korban ternyata masih hidup dan mampu mencari pertolongan setelah mengalami kejadian naas tersebut. Ia ditemukan oleh seorang pengendara sepeda dan diselamatkan untuk ditangani secara intensif oleh pihak setempat. Ia pun mengalami proses penyembuhan dan membeberkan kejadian yang dilakukan oleh dua temannya tersebut.
Para tersangka akan dibebankan hukuman dewasa ditahan penjara 65 tahun jika dibuktikan bersalah, namun jika mereka dibebankan hukuman remaja dan dibuktikan bersalah, mereka hanya akan mengalami masa tahanan selama 25 tahun.

C.    Analisis Kasus
Terjadinya agresif (negatif) dalam kehidupan manusia itu dikarenakan tidak adanya mekanisme biologis dalam diri manusia untuk menghambat sikap agresif tersebut. Selain itu problematika manusia berbuat agresif (negatif) adalah ia tidak hanya hidup di dunia “nyata”, tetapi juga di dunia simbolis. Dengan kata lain, kita telah memperluas “ego” melebihi diri kita sendiri dan dari segala apa yang kita cintai kepada sesuatu yang bersifat simbolik.
Kasus tersebut terkait agresivitas remaja terhadap  dampak game dengan genre horror. Dua orang remaja perempuan ini mengajak seorang temannya ke sebuah hutan di pinggiran Milwaukee, dan menikamnya sebanyak 19 kali. Mereka melakukan itu lantaran untuk menyelamatkan diri mereka dan keluarga mereka dari ancaman Slender Man.
Agresivitas terjadi akibat ketidakmampuan anak dalam memproses informasi sosial. Cara mengetahui agresivitas pada individu terhadap suatu obyek tertentu, kita perlu tahu gejala-gejala atau aspek-aspek perilaku agresi yang dibagi menjadi 2 hal oleh Prawesti yaitu agresi fisik, yaitu agresi yang dilakukan dengan cara melukai atau menyakiti badan baik diri sendiri maupun orang lain seperti misalnya mencubit memukul, menendang dan sebagainya.

BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Berdasarkan analisis kasus yang diangkat, agresivitas dapat terjadi kapan dan dimana saja, tidak memandang waktu dan tidak peduli siapa yang akan jadi korban. Tindakan agresif ditujukan kepada orang lain yang menjadi sasaran dari tingkah laku tersebut.
Secara umum, agresif memiliki dua sisi, yakni positif dan negatif, dimana keduanya dimaksudkan untuk memperkuat kesadaran diri. Sisi positifnya kerap disebut “pernyataan diri” (assertiveness), yakni memperkuat kesadaran diri tanpa merugikan atau melukai diri orang lain. Sedangkan sisi negatifnya kita namakan tindak kekerasan (violence), yang lebih berpusat pada perampasan hak-hak atau kesadaran diri orang lain.

B.   Saran
Agresif memang memiliki sisi positif nya namun jika agresivitas tersebut berada pada sisi negatif tentu saja akan banyak dampak sangat merugikan yang didapatkan bagi si pelaku maupun korban. Sebagai remaja yang masih memiliki masa depan panjang jagalah emosi dan amarah agar tidak timbul agresivitas yang tidak dapat dikendalikan dan merugikan orang lain.


DAFTAR PUSTAKA

Sarwono,W.Sarlito.,dan Eko,A.Meinarno.2014.Psikologi Sosial.Jakarta:Salemba Humanika
Feist,J.,G.J.Feist.2014.Teori Kepribadian.Edisi 7.Jakarta:Salemba Humanika

https://id.wikipedia.org/wiki/Psikoanalisis 2015

https://id.wikipedia.org/wiki/Slender 2015

http://seindah-akhlak-islam.blogspot.com/2014/04/teori-psikoanalitik-sigmund-
freud.html 2015


Jumat, 09 Januari 2015

PUBLIKASI ONLINE > Hal-hal yang menjadi perhatian dalam membuat publikasi di internet

Diposting oleh Gea Yassenia di 20.25 10 komentar
kelompok 7

NPM
NAMA
KINERJA
ALAMAT BLOG
10513490
Ainul Mardzia R
Mencari Referensi
10513755
Amalia Domas P S
Menyusun & Mencari Referensi
13513665
Gea Yassenia
Mencari Referensi
                                                         
14513473
Irfan Azhar
Mencari Referensi
irfanazhar94.blogspot.com
18513435
Shelly
Mencari Referensi
18513262
Sarah Kusuma
Mencari Referensi
sarahkusumadewi20.blogspot.com














PUBLIKASI ONLINE

A.    Pengertian Publikasi

Menurut Wikipedia publikasi adalah membuat konten yang diperuntukkan untuk publik atau umum. Sementara penggunaan yang lebih spesifik dapat bervariasi di masing-masing Negara, biasanya diterapkan dalam bentuk teks, gambar atau konten audio visual lainnya di media apapun termasuk kertas (surat kabar, majalah, katalog, dan lain-lain) atau bentuk
penerbitan elektronik seperti situs, buku elektronik, CD, dan MP3. Kata publikasi berarti tindakan penerbitan, dan juga mengacu pada setiap salinan.

Definisi publikasi menurut hukum dan hak cipta adalah sebuah istilah teknis dalam konteks hukum dan utama dalam hukum hak cipta. Seorang penulis umum nya adalah pemilik awal dan suatu hak cipta bagi pekerjaan nya. Suatu hak cipta diberikan bagi penulis atas karyanya, dimana hal itu merupakan hak eksklusif yang diberikan untuk mempublikasikan hasil karyanya



B.     Syarat dan Etika Publikasi Online

Publikasi Online adalah suatu informasi atau pesan atau pengumuman dalam bentuk online atau diterbitkan atau di umumkan dalam dunia internet melalu media elektronik baik melalui komputer, laptop atau apa saja yang dapat terhubung dalam dunia online, banyak sekali manfaat dari publikasi online ini apalagi di jaman sekarang yang rata-rata masyarakat diseluruh dunia dapat terhubung atau menggunakan internet untuk alat mencari atau bertukar informasi, banyak yang dapat dilakukan dalam publikasi online misalnya berjualan atau memasarkan produk-produk baru atau produk bekas sekalipun banyak juga perusahaan atau hanya sekedar home production yang dipasarkan melalui publikasi online, semua itu sangat bermanfaat dan lebih mengirit biaya karena biayanya relatif murah dan lumayan bagus karena tidak hanya masyarakat dalam negeri saja bahkan dunia pun bisa tahu saat kita mulai menggunakan publikasi onlien ini. Maka dari itu publikasi online sangat berguna untuk kita di jaman modern dan serba cepat ini.
Berikut ini beberapa syarat dan etika dalam publikasi online :
1.      Perhatikan dalam penggunaan huruf kapital
 Jangan menggunakan huruf kapital sembarangan karena, menggunakan huruf kapital yang tidak tepat dapat disalah artikan oleh para pengguna internet lainnya. Misalnya penggunan huruf kapital yang tidak tepat mencerminkan seseorang yang sedang marah, biasanya penggunaan huruf kapital digunakan untuk sebuah singkatan atau nama sebuh badan atau organisasi. 

2.      Hati-hati terhadap informasi yang kita terima
  Lewat internet kita bisa mendapatkan informasi sebanyak banyaknya, baik itu spam, berita hoax dan lain-lain. Untuk itulah coba cari referensi sumber berita yang terpercaya atau carilah sumber referensi lain jika anda ingin mengetahui apakah informasi yang anda terima itu benar atau tidak. 

3.      Penggunaan "cc" di e-mail 
Sebagian dari pengguna e-mail bisa jadi adalah orang awam yang kurang paham atau jarang sekali menggunakan e-mail. Jika orang tersebut adalah anda, maka jangan mencantumkan nama-nama pada kolom "cc" pada form pengirim e-mail. Karena jika melakukan hal tersebut semua orang yang menerima e-mail anda bisa melihat alamat-alamat email orang lain. Untuk itu gunakan selalu "BCC" agar setiap orang bisa melihat e-mail nya sendiri. 

4.  Penggunaan format HTML
   Dalam pengiriman sebuah e-mail, jangan sekali-sekali membuat format HTML jika kita tidak yakin apakah orang yang menerima email kita bisa membaca kode HTML. 

5. Pengiriman file atau attachment di e-mail 
Jangan sembarangan dalam men-attach file lewat e-mail. Perhatikan size file yang akan kita attach, jangan sampai terlalu besar karena akan berdampak kepada si penerima e-mail kita. Solusinya, cobalah sebelum meng-attach file yang akan kita kirim di kompres terlebih dahulu agar ukuran file nya bisa di minimalisir. 

6. Penggunaan kutipan
Biasanya jika kita aktif di forum maka anda akan melihat komentar orang yang disertai dengan kutipan dari postingan orang yang di komentari tersebut. Terkadang kita juga melihat komentar orang yang mengambil keseluruhan postingan orang yang dikomentari. Hal tersebut sebenarnya kurang tepat, kenapa? karena dengan seperti itu akan mengakibatkan bandwith server menjadi berat dan akses untuk membuka postingan tersebut menjadi lama karena komentar yang menjadi panjang akibat kutipan-kutipan yang tidak perlu. 

7. Private message
  Yang namanya private tentunya bukan menjadi bahan untuk publik. Oleh karena itu, ada baiknya kita jangan mengumbar private massage ke area publik. Selain itu, informasi-informasi yang bersifat privasi sebaiknya disampaikan lewat private message. 

8. Sumber dari informasi yang kita sampaikan 
   Jika kita membuat suatu postingan di blog yang sumber tulisan tersebut berasal dari tulisan dan postingan orang lain, ada baiknya kita mencantumkan sumber tulisan tersebut. Karena ibaratnya tulisan itu seperti sebuah karya seni. Apabila kita menyebarluaskan tanpa sepengetahuan si penulis maka ibarat nya seperti kita mengakui karya orang lain sebagai karya kita sendiri. 

9. Hindari personal attack 
    Sering kali dalam forum di dunia maya terdapat debat-debat antara sesama pengguna internet. Terkadang hal tersebut bisa memanas sehingga kosa kata yang disampaikan tidak sopan. Meski begitu jangan sekali-sekali menggunakan kelemahan lawan debat anda sebagai senjata anda untuk memenangkan debat, karena hal tersebut akan menunjukkan bahwa betapa dangkalnya pengetahuan anda. 



·      Ada beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam publikasi di internet antara lain:
1. Pengguna jasa internet sebagian besar berasal dari berbagai macam negara yang  berbeda, memiliki adat, budaya serta bahasa yang pastinya juga berbeda-beda.
2.  Pengguna jasa internet adalah orang-orang yang hidup dalam dunia maya, dunia yang tidak mengharuskan seseorang mempublikasikan identitas aslinya dalam berinteraksi.
3. Banyaknya berbagai macam fitur dalam internet pun memungkinkan seseorang bertindak criminal, contoh kecil misalnya iseng memblokir akun jejaring social seseorang.
4.  Harus diperhatikan , bahwa pengguna jasa internet akan terus bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya pengguna baru di dunia maya.

C.    Tips yang diperlukan untuk publikasi online :
Mencantumkan sumber dari mana kita dapatkan teori yang menunjang pada tulisan yang dibuat.
  1. Meminta izin.
  2. Menulis tulisan dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  3. Tidak memposting tulisan atau hal-hal yang bersifat pornografi, menghina, mencemarkan nama baik dsb.
  4. Penulisan artikel yang baik dan sesuai dengan tata cara kesopanan dalam penggunaan internet seperti yang terdapat di blog- blog, antara lain :
  5. Tampilan karya menarik (tidak terlalu kaku)
  6. Mudah di mengerti
  7. Jangan mencheat karya tulisan orang lain
  8. Harus sesuai etika dan norma-norma
  9. Dapat memberi inspirasi
  10. Memberi manfaat bagi pembaca
  11. Penulisan daftar pustaka dari internet
Demikian lah beberapa penjelasan dan contoh dari etika dalam melakukan publikasi online. Dengan kita mengetahui adanya etika dalam melakukan publikasi online semoga kita menjadi bijak dalam menggunakan teknologi tersebut. 

Referensi :
        http://dhiyadhey.blogspot.com/2014/01/tips-dalam-melakukan-publikasi-online.html
 

soft skill Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos